Pengikut

Selasa, 24 April 2012

CARA MEMBUAT METODE PELAKSANAAN UNTUK PENAWARAN BAGI PENGUSAHA JASA KONSTRUKSI :
Sample :


METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

I.                   PEKERJAAN BOWPLANK
Bowplank menggunakan kayu terentang/albasia diserut rata dan terpasang waterpass dengan peil  0.00 setiap jarak 2 m papan bowplank diperkuat dengan kayu berukuran 5/7 cm.
Jarak papan bowplank minimal 2,5 m dari garis bangunan terluar untuk mencegah kelongsoran terhadap galian tanah.
II.                PEKREJAAN DINDING DAN PLESTERAN
A.    Lingkup pekerjaan ini :
1.      Pasangan dinding bata merah jumbo
2.      Plesteran / acian dinding bata merah jumbo
3.      Plesteran / afwerking permukaan beton.

B.     Bahan / Material :
1.      Bata merah bermutu baik, pembakaran sempurna, bebas dari cacat dan retak maksimal belah menjadi 2 bagian dan memenuhi produk Lokal juga memenuhi persyaratan PUBBI.
2.      Pasir pasang tidak diharuskan sama seperti syarat pasir beton, kadar lumpur yang boleh dikandung maksimal 10% dan mempunyai butiran antara 0 sampai 1 mm.
3.      Semen yang dipakai harus memenuhi persyaratan N.1 18 Type menurut ASTM dan memenuhi S.4000 Standard Portland Cement.

C.     Adukan / Campuran :
1.      Adukan 1 Pc : 5 Ps dilaksanakan untuk :
- Semua pasangan bata merah ( sesuai rincian gambar )
- Pasangan pondasi serta tempat – tempat lainnya yang di perlukan seperti pasangan dinding.
- Semua plesteran dinding dan afwerking permukaan beton.

III.             PEKERJAAN BETON

A.    Lingkup pekerjaan ini :
1.      Pekerjaan beton bertulang terdiri dari : Sloof, kolom, ringbak, ( sesuai RAB )
2.      Pekerjaan beton tidak bertulang terdiri dari : Neut – neut dibawah kusen setinggi 10 cm.


B.     Bahan / Material
1.      Pasir beton bermutu baik
2.      Koral / Split bermutu baik
3.      Air yang dipakai harus air tawar dan bersih, bebas dari zat – zat kimia yang dapat merusak beton.
4.      Tulangan besi beton yang di gunakan harus bebas dari minyak, kotoran, Cat, karat lapas, dan lain – lain yang dapat merusak, semua tulangan menggunakan tulangan baja U- 24 dengan ukuran sesuai dengan gambar.
C.     Adukan :
1.      Adukan beton bertulang dengan perbandingan 1 Pc : 2 Ps : 3 kr digunakan untuk beton bertulang
2.      Adukan dengan 1 Pc : 3 Ps : 5 kr, digunakan untuk beton tidak bertulang.
D.    Pelaksanaan Pekerjaan :
Penyetelan dan pemasangan besi tulangan, semua tulangan harus dipasang pada posisi yang tepat hingga tidak dapat berubah atau bergeser pada waktu adukan digetarkan. Penyetelan besi tulang harus diperhitungkan dengan tebal selimut beton terhadap ukuran yang di tentukan. Hubungan sloof dengan pondasi batu kali dan kolom dengan dinding harus dipasang besi angker ( stek ) setiap jarak 100 cm sesuai dengan gambar.
1.      PENGECORAN :
-          Sebelum pengecoran dilaksanakan, bekisting harus di cek terhadap keseluruhan,
-          Alat penggetar pada waktu pengecoran dapat digunakan bamboo bulat dengan diselingi pengetukan bekisting secara perlahan – lahan.
-          Pengadukan harus rata dan sama kentalnya setiap kali membuat adukan, sisa adukan yang mengeras tidak boleh dipakai.
-          Pembongkaran bekisting baru diperbolehkan setelah beton mengalami periode pengerasan sesuai dengan PBI 1971 SNI 03 – 2847 – 1992 / seijin Direksi.
-          Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan ini, harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya ketua pelaksana.
-          Sebelum pengecoran dilakukan, sisi dalam bekisting harus bebas dari segala kotoran dan harus tersiram dengan air sampai merata.

IV.             PEKERJAAN LANTAI
A.    Lingkup pekerjaan :
1.      Lantai keramik putih DN ukuran 30 x 30 cm untuk semua ruangan dan teras.
2.      Lantai rabat beton ad. 1 pc : 3 Ps 5 kr

B.     Bahan/ Material
1.      Keramik yang dipakai mempunyai sudut tajam, tidak cacat, permukaan rata, dan tidak retak.
2.      Pasir pasang tidak diharuskan sama seperti syarat pasir beton, kadar lumpur yang boleh di kandung maksimal 10% dan mempunyai butiran antara 0 sampai 1 mm.
3.      Semua keramik yang akan di pakai harus satu produk / merk.
C.     Adukan :
1.      Adukan dengan perbandingan 1 Pc: 5 Ps dipakai untuk pemasangan lantai keramik dengan ketebalan 3 cm.
2.      Lantai beton rabat memakai adukan 1 Pc: 3 Ps: 5 Krl.
D.    PELAKSANAAN PEKERJAAN
1.      Pemasangan Lantai beton tumbuk diatas urugan pasir T.5 cm, terlebih dahulu diteliti kebenaran ukuran dan pasir urug yang di bawahnya serta kepadatan peil yang ditentukan.
2.      Semua Lantai keramik yang akan dipasang terlebih dahulu direndam dalam air, pengisian siar – siar harus cukup merata dan padat. Setelah dibersihkan, pemolesan siar lantai dapat dilakukan dengan air semen.
3.      Finishing lantai beton tumbuk acian semen setebal 3 mm.
4.      Pekerjaan lantai yang tidak lurus / tidak waterpass, turun naik dan retak harus dibongkar dan di perbaiki atas biaya rekanan, lantai yang sudah terpasang dipeil dan dibersihkan.
5.      Lantai rabat beton minimal 5 cm dengan finishing pukulan sapu lidi / roll cat ( jika ada ).

V.                PEKERJAAN KAYU

A.    Lingkup pekerjaan
1.      Pekerjaan konstruksi atap, terdiri dari kuda – kuda, gording, ikatan angin, silang gempa, rangka atap ( kaso dan reng ), papan list plank dan sebagainya.
2.      Pekerjaan rangka plafond.
3.      Pekerjaan kusen pintu dan jendela, rangka daun pintu dan jendela dan segala sesuatu yang termasuk pekerjaan ini.
B.     Pekerjaan Konstruksi Atap
1.      Semua kayu yang digunakan untuk konstruksi atap adalah kayu kias kuat II dengan ukuran sesuai dengan gambar kerja.
-          Balok kuda – kuda uk.8/12 dan 6/12 cm memakai kayu klas II
-          Balok gapit, ikatan angin, silang gempa = 2 x 6 / 12 kayu klas kuat II
-          Kaso – kaso 5/7 cm. Reng 2/3 cm dan papan listplank kayu klas II
Pelaksanaan Pekerjaan
1.      Semua pekerjaan kayu yang tampak harus diserut rata dan licin hingga memberikan penyelesaian yang baik dan sedikit penghalusan.
2.      Pemasangan sambungan gording harus diletaka pada jarak 0.75 cm ( 1/4 bentang ) dan tumpuan serta tiap sambungan harus diperkuat dengan plat simpai, besi begel 40.40.4 mm harus dipasang pada kaki kuda-kuda antara balok tarik dan tekan tumpuan kuda – kuda harus diikatkan di besi tersebut pada balok tarik.
3.      Kaso – kaso dipasang setiap jarak 50 cm waterpass menurut kemiringan atap, sedangkan reng di pasang setiap jarak 20 cm.
C.     Pekerjaan kusen pintu, jendela, dan Bouvenlight
1.      Kayu yang dipakai untuk seluruh pekerjaan kusen, pintu dan jendela adalah kayu kelas II dengan ukuran yang tercantum dalam gambar, untuk kusen biasanya ukuran 5/12 cm adalah ukuran jadi/ ( sesuai gambar )
2.      Penyambungan pada sudut kusen, daun pintu/jendela, list kaca dengan tiang kusen harus betul – betul rapih, tegak lurus dan tidak terdapat celah – celah.
3.      Pekerjaan kusen yang berhubungan dengan bata dan kolom setiap sisinya harus dipasang besi angker berdiameter 10 mm, sebanyak 3 buah sesuai gambar, alur – alur  air harus diberikan pada permukaan yang berhubungan dengan dinding/ kolom setebal 1 cm luar dan dalam.
4.      Rangka daun pintu dan jendela
-          Rangka daun pintu atas dan samping ukuran3,5/12, rangka bagian tengah uk. 3,5/10 cm sedangkan rangka bagian bawah uk. 3,5/12, dan rangka daun jendela uk. 3/7 cm.
-          Rangka harus betul – betul kaku, lurus kokoh dan rata agar dapat mudah ditutup/dibuka.
-          Bahan panel pintu dari papan kayu klas II, 3 cm ( di sesuaikan dengan gambar rencana ).

D.    Pekerjaan Rangka Plafond dan penutupnya
1.      Rangka Plafond menggunakan kayu yang kering , harus dengan ukuran 5/10 cm kayu klas III untuk balok anak  dan bidang permukaan diserut rata.
2.      Pelaksanaan rangka plafond adalah 100/50 cm, untuk setiap jarak maksimal 3 m harus dipasang balok induk 5/10cm kea rah bentang pendek, agar diperhatikan bahwa gantungan plafond kayu 5/7 cm  harus dipasang, sehingga plafond benar – benar kaku.
3.      Pertemuan antara plafond diberi nat sebesar 3 mm yang lurus dan rapat, pertemuan plafond dinding sisi / lipstank dipasang list kayu  cm.

VI.             PEKERJAAN RANGKA ATAP
A.    Rangka Atap baja ringan Pabrikasi SNI.

VII.          PEKERJAAN PENUTUP ATAP
A.    Bahan penutup atap dipakai genteng plentong press kualitas baik dan memenuhi persyaratan PUBB 1971.
B.     Pemasangan bubungan digunakan adukan 1 Pc : 3 Ps ( kedap air ).

VIII.       PEKERJAAN KUNCI DAN ALAT PENGGANTUNG
A.    Semua kunci yang digunakan adalah sekualitas kuda terbang dua slag ukuran sedang tiap kunci mempunyai 3 anak kunci.
B.     Untuk daun pintu double harus dipasang slot tanam besar, panjang 20 cm pada bagian atas dan bawah, sedangkan untuk daun jendela ukuran kecil ( 5 ) cm tiap daun jendela dipasang 2 buah.
C.     Engsel yang digunakan untuk pintu yang berhubungan dengan luar, jenis cabut/ patform panjang 6”  kualitas baik pasang 3 buah tiap daun pintu, dan untuk engsel jendela dipakai engsel jenis kupu – kupu kualitas baik ukuran 2,5 x 3 “ tiap daun jendela dipasang dua buah engsel.
D.    Hak angin kait panjang 20 cm Type kait, dipasang 2 buah tiap daun jendela pada bagian samping
E.     Hardware kunci dan alat penggantung engsel harus diberi pelumas agar berfungsi baik, semua contoh barang tersebut harus mendapat persetujuan dari pengawas, bila kunci dan alat penggantung terpasang ternyata tidak berfungsi harus dibongkar/diganti atas biaya rekanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar